Sumenep, Relasijatim.com – Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sumenep menyampaikan kekecewaan terhadap penyelenggaraan Turnamen Bal Budhi Bupati Cup antarsiswa SD/MI se-Kabupaten Sumenep yang akan digelar pada tanggal 24-31 Oktober 2026 di Lapangan Trunojoyo Kalianget.
Kekecewaan tersebut muncul karena KORMI sebagai induk olahraga masyarakat yang menaungi olahraga Bal Budhi di Sumenep mengaku tidak dilibatkan dalam pembahasan maupun koordinasi penyelenggaraan turnamen tersebut.
Tak hanya KORMI, klub Bal Budhi yang tergabung dalam POBBS (Pemerhati Olahraga Bal Budhi Sumenep) juga disebut tidak diajak berembuk sebelum kegiatan digelar.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian penyelenggara, mengingat turnamen olahraga semestinya dibangun melalui koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta keterlibatan langsung dalam pembinaan olahraga yang dipertandingkan.
Ketua Umum KORMI Sumenep, Imam Syafii mengatakan, penyelenggaraan kegiatan olahraga tidak cukup hanya berorientasi pada terlaksananya sebuah turnamen. Lebih dari itu, pelaksanaannya perlu memperhatikan tata kelola, mekanisme koordinasi, serta aturan yang berlaku dalam ekosistem olahraga terkait.
“Sebagai induk olahraga masyarakat yang menaungi Bal Budhi di Kabupaten Sumenep, seharusnya KORMI dilibatkan. Begitu juga dengan klub Bal Budhi yang tergabung dalam POBBS. Semestinya ada rembuk dan koordinasi terlebih dahulu,” kata Ketua Umum KORMI Sumenep, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, keterlibatan induk organisasi dan komunitas olahraga menjadi bagian penting untuk memastikan penyelenggaraan turnamen berjalan sesuai mekanisme serta tidak mengabaikan pihak-pihak yang selama ini berperan dalam pengembangan Bal Budhi.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kegiatan olahraga perlu memiliki aturan main yang jelas dan dipatuhi bersama. Penyelenggara tidak semestinya mengambil keputusan sepihak tanpa mempertimbangkan mekanisme koordinasi dengan organisasi yang menaungi cabang olahraga tersebut.
“Kita punya aturan main yang harus diikuti, bukan semaunya sendiri,” tegasnya.
Kekecewaan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara Turnamen Bal Budhi Bupati Cup agar pelaksanaan kegiatan olahraga serupa ke depan lebih mengedepankan komunikasi, keterbukaan, dan sinergi dengan KORMI maupun klub-klub yang berada di bawah naungannya.
“Terlebih, turnamen antarsiswa SD/MI memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan olahraga Bal Budhi kepada generasi muda. Karena itu, penyelenggaraannya perlu ditata secara baik agar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu memperkuat pembinaan atlet, memperluas partisipasi masyarakat, dan menjaga keberlangsungan olahraga tradisional di Kabupaten Sumenep,” paparnya.
Lebih lanjut, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan penyelenggaraan yang lebih tertib, terkoordinasi, dan berorientasi pada pengembangan olahraga masyarakat.
“Ini demi terciptanya ketertiban dalam penyelenggaraannya,” tukasnya. (ZL)









