Sumenep, Relasijatim.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mendorong masyarakat mengembangkan usaha rumahan yang produktif dan memiliki nilai jual dari olahan ikan lokal.
Dorongan itu diawali dengan Pelatihan Rumah Pendidikan dan Keterampilan (Rumah Dilan) yang digelar TP-PKK Kabupaten Sumenep 2026 di Aula SKB Batuan, kemarin bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi mengatakan, potensi perikanan daerah perlu dikembangkan melalui kreativitas masyarakat agar tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Pengolahan bahan baku lokal menjadi produk pangan yang inovatif merupakan salah satu cara meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan sekaligus membuka peluang usaha di tingkat rumah tangga.
“Potensi perikanan di Kabupaten Sumenep perlu dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai peluang usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi keluarga,” kata Nia Kurnia Fauzi, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, keterampilan mengolah ikan menjadi beragam produk pangan perlu diimbangi dengan kemampuan membaca selera konsumen dan perkembangan pasar. Dengan begitu, produk yang dihasilkan tidak sekadar memiliki cita rasa yang baik, tetapi juga mampu menarik minat pembeli.
Melalui Pokja II TP-PKK, pelatihan Rumah Dilan diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam mengolah bahan baku lokal menjadi produk yang beragam, berkualitas, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan. Kreativitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk olahan ikan. Pelaku usaha perlu terus mengembangkan variasi rasa, bentuk produk, teknik pengolahan, hingga tampilan kemasan agar mampu memberikan nilai tambah dibandingkan bahan baku yang dijual secara langsung.
“Melalui pengolahan yang tepat, ikan dapat dikembangkan menjadi beragam produk pangan yang menarik, bergizi, dan berdaya saing. Keterampilan ini menjadi bekal keluarga untuk mengembangkan usaha produktif,” tegasnya.
Selain mendorong inovasi, Nia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas bahan baku, kebersihan selama proses produksi, serta keamanan pangan. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan konsumen dan menjaga keberlangsungan usaha.
“Kita harus menekankan kreativitas dan inovasi, mulai dari proses pengolahan, menjaga kualitas dan kebersihan pangan, hingga menciptakan kemasan yang menarik,” ujarnya.
Ia berharap, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Peserta diharapkan mampu mempraktikkan ilmu yang didapat di lingkungan masing-masing, kemudian mengembangkannya menjadi kegiatan ekonomi produktif sesuai potensi dan kemampuan keluarga.
“Saya berharap pelatihan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga keterampilan yang diperoleh mampu menghasilkan produk berkualitas dan bernilai ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tandasnya.
Melalui Rumah Dilan 2026, TP-PKK Kabupaten Sumenep berharap potensi perikanan lokal semakin berkembang sebagai penggerak ekonomi keluarga. Dengan keterampilan, inovasi, dan pengelolaan produk yang baik, hasil perikanan daerah diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat. (ZL)









