125 Anak Ikuti Lomba Mewarnai, Rebutkan Piala Bunda Literasi Sumenep

oleh
oleh
Foto: Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Moh Tayyib saat menghadiri pembukaan lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh LAKONALAKONE

SUMENEP, Relasijatim.com – Sebanyak 125 peserta tingkat TK/RA dan SD/MI se-Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengikuti lomba mewarnai dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.

Mengusung objek Tugu Keris, kegiatan ini memperebutkan Piala Bunda Literasi Sumenep sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas anak sejak dini.

Lomba yang diselenggarakan Lakonalakone Sumenep tersebut digelar di Graha Mahasiswa Universitas PGRI Sumenep dan dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Tayyib.

Ketua panitia penyelenggara, M. Syamsul Arifin, mengatakan lomba mewarnai tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mendorong anak-anak mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan keberanian dalam mengekspresikan diri melalui karya seni.

Menurutnya, pemilihan Tugu Keris sebagai objek mewarnai juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal salah satu ikon Kabupaten Sumenep melalui kegiatan yang menyenangkan dan edukatif.

“Lomba ini kami selenggarakan untuk mendorong kreativitas anak-anak. Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk berani berekspresi, mengembangkan imajinasi, serta menampilkan kemampuan terbaiknya,” kata Syamsul Arifin, Sabtu (17/10/2026).

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan berkarya sejak usia dini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Tayyib, menegaskan bahwa lomba mewarnai bukan semata-mata untuk mengukur kemampuan peserta atau menentukan siapa yang menjadi juara.

“Lebih dari itu, kegiatan ini harus menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus mengembangkan kreativitasnya,” kata Tayyib.

Menurut Tayyib, dukungan orang tua, panitia, dan juri sangat penting dalam membangun kepercayaan diri anak. Karena itu, seluruh pihak diharapkan memberikan apresiasi terhadap setiap karya yang dihasilkan peserta.

“Lomba ini bukan semata-mata untuk mengukur kemampuan anak-anak. Lebih dari itu, kegiatan ini untuk memotivasi kreativitas mereka agar terus berkembang,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua, panitia, maupun juri tidak melemahkan mental anak ketika hasil karyanya belum sesuai harapan atau belum berhasil meraih juara.

“Jangan lemahkan mental anak-anak. Kita harus mendorong kreativitas mereka dan memberikan kesempatan agar mereka bisa merasakan serta menikmati proses berkreasi. Biarkan anak-anak mengekspresikan kreativitasnya,” pesannya.

Tayyib berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak, terutama dalam membangun keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berimajinasi.

Melalui lomba mewarnai tersebut, Lakonalakone Sumenep turut mengambil bagian dalam memeriahkan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan menghadirkan kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda. (ZL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.