Sumenep, Relasijatim.com – Warga Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, harus menghadapi krisis air bersih selama sekitar empat bulan akibat kemarau panjang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa membeli air dengan harga sekitar Rp80 ribu per pikap.
Merespons kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Baznas Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.
Penyaluran bantuan ini melibatkan Kodim 0827 Sumenep, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo juga turun langsung membantu pendistribusian air bersih kepada masyarakat.
Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meringankan beban masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
“Kami Baznas Sumenep bersama Baznas Jawa Timur, bersama Bupati, BPBD dan Dinas Sosial, turun langsung memberikan bantuan air bersih kepada warga Langsar,” kata Ahmad Rahman, Senin (5/10/2026).
Sementara itu, Ketua RT 13 Desa Langsar, Masdarun, mengungkapkan warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sejak Juli 2026. Kondisi tersebut memaksa warga mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga.
“Warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak bulan tujuh lalu. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa membeli. Satu pikap air harganya sekitar Rp80 ribu,” ujar Masdarun.
Menurutnya, kebutuhan air bersih tidak hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga untuk mandi serta berbagai keperluan rumah tangga lainnya. Karena itu, krisis air yang berlangsung berbulan-bulan semakin membebani pengeluaran warga.
Ahmad Rahman menegaskan, Baznas Sumenep bersama Baznas Jawa Timur akan terus berupaya menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Perhatian juga akan diberikan kepada masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi persoalan serupa. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kemarau panjang.
“Kami akan terus melakukan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air. Termasuk wilayah kepulauan, karena di sana juga banyak masyarakat yang terdampak kekeringan,” pungkasnya.
Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat Sumenep menghadapi dampak kemarau, terutama warga yang kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. (ZL)









