Sumenep, Relasijatim.com – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) PCNU Sumenep, Jawa Timur meluncurkan program Madrasah Aman Bencana (MABANA) yang dirangkai dengan simulasi penanggulangan bencana di aula MAN Sumenep, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan tersebut diikuti siswa MAN Sumenep dan dihadiri Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Kamiluddin, Kepala Kemenag Sumenep Abdul Wasid, diwakili Kasi Pendidikan Madrasah Edi Hariyanto dan Wakil Ketua PCNU Sumenep, KH. Tirmidzi.
Ketua LPBI NU Sumenep, Supardi, mengatakan peluncuran MABANA menjadi langkah awal lembaganya dalam berkhidmat kepada bangsa, khususnya melalui edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan.
“Penanggulangan bencana perlu dilatihkan kepada siswa agar mereka memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan ketika menghadapi situasi darurat,” kata Supardi, Jumat (9/10/2026).
Supardi juga menyampaikan terima kasih kepada MAN Sumenep, Kemenag, BPBD, dan PCNU Sumenep atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Sumenep, KH Tirmidzi, yang mewakili Ketua PCNU KH MD Widadi Rahim, menegaskan masyarakat memang tidak mengharapkan bencana, tetapi harus selalu siap mengantisipasinya.
“Pengetahuan tentang kebencanaan penting dipelajari agar masyarakat mampu mengambil langkah tepat ketika menghadapi keadaan darurat,” kata KH Tirmidzi.
Ia juga menekankan pentingnya peran LPBI NU dalam membantu pemerintah melakukan penanggulangan bencana.
“Bencana itu bukan hanya gempa bumi. Sampah yang menumpuk juga bisa menjadi persoalan lingkungan yang memicu bencana,” pesannya.
Adapun Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Sumenep, Edi Hariyanto, menilai pelatihan kebencanaan sejak dini penting bagi siswa. Melalui edukasi dan simulasi, peserta diharapkan mampu mengenali potensi bahaya, menyelamatkan diri dengan tepat, serta memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
“Peluncuran MABANA diharapkan menjadi awal penguatan budaya sadar bencana di lingkungan madrasah. Dengan bekal pengetahuan dan latihan, siswa diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri, tetapi juga turut membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya. (ZL)









