Sumenep, Relasijatim.com – Media lokal di Kabupaten Sumenep tak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perubahan industri digital. Penguatan teknologi informasi (IT) kini didorong menjadi jalan baru agar media siber daerah mampu memperluas jangkauan hingga menembus pasar nasional.
Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja (Raker) SMSI Sumenep 2027 yang mengusung tema “Menembus Pasar IT: Media Lokal Go Nasional”. Raker hari pertama berlangsung di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep.
Agenda tersebut dihadiri Kepala DPMD Sumenep Drs. Achmad Dzulkarnain, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep Hery Kushendrawan, sejumlah pimpinan organisasi media dan wartawan, serta jajaran anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumenep.
Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi, mengatakan Raker 2027 menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi sekaligus menyusun strategi menghadapi perubahan industri media yang bergerak semakin cepat.
“Media lokal memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mampu menggabungkan kekuatan jurnalistik dengan penguasaan teknologi,” kata Wahyudi, Senin (05/09/2026).
Ia menegaskan, SMSI Sumenep ingin mendorong media lokal agar tidak berhenti pada eksistensi di tingkat daerah. Transformasi digital harus dimanfaatkan untuk memperluas distribusi informasi dan membuka peluang baru di pasar nasional. Namun, ekspansi tersebut tidak berarti mengesampingkan fungsi utama pers. Media tetap memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal pembangunan daerah melalui informasi yang positif, konstruktif dan mencerdaskan. Pada saat yang sama, kritik dan masukan tetap harus diberikan ketika ditemukan persoalan di tengah masyarakat.
“Media harus ikut mendorong pembangunan Kabupaten Sumenep dengan informasi yang positif. Tetapi kritik dan masukan tetap harus dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pembangunan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Sumenep, Hery Kushendrawan, menyambut baik agenda Raker SMSI Sumenep 2027.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program dan kebijakan kepada masyarakat.
“Sinergi tersebut, tidak semata-mata berkaitan dengan hubungan kelembagaan. Lebih dari itu, kolaborasi pemerintah dan media diperlukan untuk membangun ekosistem informasi yang sehat, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Hery.
Ditempat yang sama, Kepala DPMD Sumenep Achmad Dzulkarnain menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara organisasi perangkat daerah (OPD) dengan media. Media memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, komunikasi yang terbuka dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak terputus atau berkembang menjadi pemahaman yang keliru.
“Pemerintah dan media harus membangun komunikasi yang baik. Media merupakan pilar keempat. Jangan sampai karena komunikasi yang tidak terbangun, informasi yang seharusnya bisa dijelaskan justru berkembang menjadi opini yang dapat membentuk pemahaman keliru di masyarakat,” kata Zulkarnain. (ZL)







