PKK Sumenep Perkuat Gerakan Cegah Stunting dari Keluarga

oleh
oleh
TP PKK saat melakukan kegiatan pengentasan stanting di Sumenep

SUMENEP, Relasijatim.com – Upaya menekan angka tengkes atau stunting di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus diperkuat melalui edukasi keluarga dan pemenuhan gizi anak.

Salah satunya dilakukan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sumenep melalui Pokja III bersama Dinas Perikanan di Kecamatan Rubaru berapa hari yang lalu.

Kegiatan tersebut diisi dengan pemberian bingkisan serta olahan ikan sebagai bagian dari upaya mendorong pemenuhan asupan protein bagi keluarga, khususnya anak-anak.

Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, menegaskan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Upaya mewujudkan Kabupaten Sumenep bebas stunting tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, PKK, kader Posyandu, pemerintah desa, orang tua, serta masyarakat,” kata Nia Kurnia, Kamis (24/09/2026).

Menurutnya, edukasi mengenai stunting harus diperluas hingga tingkat desa, RT dan RW. Kader PKK memiliki peran strategis dalam membantu keluarga memahami kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak.

Ia juga mendorong orang tua rutin membawa anak ke Posyandu. Pemantauan secara berkala dinilai penting untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan kesehatan anak sehingga apabila ditemukan masalah dapat segera ditangani.

“Anak membutuhkan nutrisi yang cukup, gizi seimbang serta kasih sayang. Karena itu, orang tua harus memahami kebutuhan anak sejak dini,” jelasnya.

Nia menambahkan, pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum anak lahir. Edukasi kesehatan dan gizi perlu diberikan sejak masa sebelum kehamilan, termasuk kepada calon pengantin perempuan.

“Edukasi tentang gizi bukan hanya untuk ibu setelah melahirkan. Persiapannya harus dilakukan sejak sebelum kehamilan, termasuk kepada calon pengantin,” paparnya.

Di sisi lain, potensi perikanan Sumenep dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan dalam pemenuhan protein keluarga. Melalui olahan ikan, masyarakat didorong memanfaatkan sumber pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Kabupaten Sumenep dikelilingi laut dan memiliki sumber ikan yang melimpah. Tinggal bagaimana ibu memiliki pemahaman untuk memberikan makanan yang bergizi kepada anak,” ungkapnya.

Ia menekankan, kesehatan ibu juga tidak boleh diabaikan karena berpengaruh terhadap kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan anak.

“Kesehatan ibu juga tidak boleh diabaikan,” tukasnya. (QIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.