SUMENEP, Relasijatim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong pelaksanaan Job Fair 2026 tidak sekadar menjadi tempat berburu informasi lowongan kerja, tetapi mampu menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan.
Puluhan perusahaan yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi pencari kerja untuk mengajukan lamaran sesuai latar belakang pendidikan, keterampilan dan kompetensi yang dimiliki.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Agus Dwi Saputra, mengatakan bursa kerja menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan tenaga kerja lokal. Keberadaan Job Fair penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi pekerjaan sekaligus meningkatkan peluang terserapnya tenaga kerja asal Sumenep.
“Job Fair menjadi salah satu langkah untuk mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja sekaligus membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan dan bidang keahliannya,” kata Agus Dwi Saputra, Kamis (24/9/2026).
Ia berharap perusahaan peserta dapat memberikan ruang yang luas bagi tenaga kerja lokal. Dengan begitu, kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyediaan informasi lowongan, tetapi turut berkontribusi menekan angka pengangguran.
“Dengan job fair ini harapan kami dapat menyedot tenaga kerja lokal,” ucapnya.
Agus juga mengingatkan para pencari kerja agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Persiapan dokumen lamaran serta peningkatan kompetensi dinilai menjadi modal penting agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Pemkab Sumenep, akan terus mendukung berbagai program ketenagakerjaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja.
“Job Fair merupakan salah satu program berkelanjutan untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sumenep Job Fair 2026 melibatkan sebanyak 35 perusahaan dan membuka lapangan kerja sebanyak 3.141 lowongan dari berbagai bidang. Perusahaan yang mengikuti kegiatan kali ini antara lain, sebanyak 17 perusahaan berasal dari Kabupaten Sumenep, sedangkan 18 perusahaan lainnya berasal dari luar daerah.(ZL)







