Sumenep, Relasijatim.com – Ketersediaan lahan masih menjadi batu sandungan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pemerintah desa diminta aktif mencari solusi agar pembangunan tidak mandek.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM dan Perindag) Kabupaten
Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan desa memiliki sejumlah opsi, mulai dari memanfaatkan lahan hibah, menyewa hingga membeli lahan melalui pemerintah desa.
“Desa dapat terus melakukan upaya. Bisa melalui hibah, sewa, maupun pembelian yang dilakukan oleh pemerintah desa,” kata Moh. Ramli, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, alternatif lahan juga dapat berasal dari aset Pemkab Sumenep, Pemprov Jawa Timur, kementerian maupun lembaga lain. Namun, pemanfaatannya tetap harus melalui mekanisme dan memenuhi ketentuan. Lokasi gerai tak sekadar tersedia, tetapi harus memiliki akses memadai dan luasan sesuai persyaratan.
“Yang memenuhi kriteria tentunya ada akses dan luasan yang dipersyaratkan,” katanya.
Sementara gerai yang telah rampung mulai diverifikasi dan divalidasi. Pemeriksaan meliputi bangunan serta fasilitas pendukung, seperti kendaraan, CCTV, display, pendingin ruangan dan perlengkapan lainnya.
Verifikasi dilakukan sebelum fasilitas diserahkan kepada pemerintah desa dan pengurus koperasi.
“Pemerintah daerah akan terus mengupayakan ketersediaan lahan,” tegasnya. (ZL)







