Sumenep, Relasijatim.com – SLB Yasmin Sumenep, Jawa Timur turut ambil bagian dalam memeriahkan Madura Culture Festival 2026 dengan membuka stan yang menampilkan beragam karya, keterampilan, program vokasi, serta potensi peserta didik berkebutuhan khusus.
Kepala SLB Yasmin Sumenep, R. Rizqi Fasaldy Putera, S.Pd., mengatakan keikutsertaan sekolah dalam ajang tersebut merupakan bentuk partisipasi dalam berbagai kegiatan yang digelar di Kabupaten Sumenep. Selain itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi dan kreativitas para peserta didik kepada masyarakat luas.
“Sekolah kami memiliki slogan Mandiri dan Berprestasi. Tujuan utama kami adalah memberikan bekal kepada peserta didik agar kelak mampu hidup mandiri dan dapat berinteraksi serta berperan dengan baik di tengah masyarakat,” kata Rizqi Fasaldy, Selasa (1/9/2026).
Menurut Rizqi, pendidikan di SLB Yasmin Sumenep tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga diarahkan pada pengembangan kemandirian, keterampilan, dan potensi setiap peserta didik. Untuk mendukung hal tersebut, sekolah menyediakan berbagai fasilitas dan program pengembangan diri, di antaranya program vokasi, laboratorium komputer, perpustakaan, serta berbagai kegiatan keterampilan lainnya.
“Di stan Madura Culture Festival 2026, sekolah kami menampilkan sejumlah kegiatan yang selama ini menjadi bagian dari pembelajaran dan pengembangan potensi siswa di sekolah,” ucapnya.
Beberapa di antara kegiatan tersebut adalah seni menyanyi, keterampilan membatik, pembuatan gantungan kunci, serta program vokasi tata boga yang menghasilkan berbagai produk makanan, seperti bola-bola cokelat, donat, dan aneka jajanan lainnya.
Selain itu, salah satu keterampilan yang menjadi unggulan adalah merangkai bunga.
“Keterampilan tersebut bahkan sebelumnya berhasil mengantarkan peserta didik SLB Yasmin Sumenep meraih prestasi di tingkat Kabupaten Sumenep,” paparnya.
Rizqi menilai keikutsertaan dalam Madura Culture Festival juga menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat.
“Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi yang besar bagi peserta didik. Mereka memiliki kesempatan untuk tampil dan menunjukkan keahlian yang dimiliki di hadapan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kepercayaan diri, kemandirian, kreativitas, dan prestasi.
“Anak-anak yang memiliki bakat akan kami bimbing dan latih dengan sebaik-baiknya. Kami ingin mereka mampu berprestasi, membanggakan kedua orang tua, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (ZL)









