Bupati Sumenep Tegaskan Pembangunan Jalan Tetap Berorientasi Investasi Jangka Panjang

oleh
oleh
Salah satu ruas jalan di kepulauan yg diperbaiki

SUMENEP, Relasijatim.com — Bupati Sumenep, Jawa Timur, Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan pembangunan infrastruktur jalan harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

Menurutnya, keberadaan jalan yang layak memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, distribusi barang, aktivitas ekonomi hingga akses masyarakat terhadap berbagai pelayanan.

“Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang, mendukung kegiatan ekonomi, serta mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata,” kata Bupati Fauzi, Jumat (21/8/2026).

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya mengarahkan pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Bupati mengakui masih terdapat banyak kebutuhan pembangunan yang harus ditangani, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

“Kami memahami masih banyak kebutuhan pembangunan yang harus diselesaikan, baik di daratan maupun kepulauan. Pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh kebutuhan tersebut dalam waktu yang bersamaan,” ujarnya.

Karena itu, kata Fauzi, penentuan skala prioritas menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.

“Penentuan prioritas dan pembangunan secara bertahap menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah. Yang terpenting, perhatian terhadap wilayah kepulauan tetap menjadi bagian dari kebijakan pembangunan Kabupaten Sumenep,” tambahnya.

Perubahan kondisi Jalan Jathe Lanjheng, jalan penghubung Kecamatan Arjasa menuju Kecamatan Kangayan yang mendapat respons positif dari masyarakat, menurutnya, menjadi salah satu gambaran bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran maupun panjang ruas jalan yang dikerjakan.

“Yang lebih penting, pembangunan tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses, meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi warga,” tukasnya. (ZL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.