Sumenep, Relasijatim.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep untuk mempercepat penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Instruksi tersebut ditindaklanjuti BPBD dengan mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke tiga desa yang mengalami krisis air bersih, yakni Desa Prancak dan Desa Montorna di Kecamatan Pasongsongan, serta Desa Kombang di Kecamatan Talango.
“Kami tidak ingin ada masyarakat yang kekurangan air bersih. Karena disetiap musim kemarau selalu ada daerah yang kekurangan air bersih,” kata Bupati Fauzi, Jumat (07/08/2026).
Sebelumnya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/185/KEP/013/2026. Berdasarkan keputusan tersebut, sebanyak 76 desa yang tersebar di 19 kecamatan ditetapkan dalam status siaga darurat kekeringan dengan tingkat kerawanan yang bervariasi, mulai dari kering kritis hingga kering langka terbatas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Ach Laili Maulidy, menyatakan penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima pengajuan dari pemerintah desa dan melakukan asesmen langsung ke lokasi.
“Ada tiga desa yang mengajukan bantuan distribusi air bersih ke BPBD Kabupaten Sumenep, dan mulai sudah mulai menyalurkan bantuan air itu ke tiga desa itu,” ungkap Laili.
Menurut Laili, kondisi paling memprihatinkan terjadi di Desa Prancak dan Desa Montorna. Di dua desa tersebut, sumber mata air telah mengering sehingga masyarakat sepenuhnya bergantung pada bantuan air bersih.
“Tim kami beberapa hari lalu datang langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan dan memang sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Sementara itu, di Desa Kombang, sumber air masih tersedia, namun debitnya sangat terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan warga. Untuk tahap awal, BPBD mengerahkan empat truk tangki dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tiga desa tersebut.
Selain BPBD, penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak juga mendapat dukungan dari Polres Sumenep sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau. (ZL)








