Surabaya, Relasijatim.com – Forum Penyelamat UIN Sunan Ampel Surabaya (FPU) menggelar tasyakuran dan doa bersama di depan Gedung Rektorat UIN Sunan Ampel Surabaya, Jalan Ahmad Yani No. 117 Surabaya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi civitas akademika untuk mendesak Menteri Agama segera menetapkan rektor definitif. Sekitar 150 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung khidmat. Mereka terdiri dari dosen, guru besar, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dosen senior, hingga purnatugas.
Acara digelar sebagai bentuk rasa syukur atas penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UINSA yang baru sekaligus memanjatkan doa agar proses transisi kepemimpinan kampus berjalan lancar dan segera menghasilkan rektor definitif.
Koordinator Forum Penyelamat UINSA, Suhermanto Ja’far, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ikhtiar moral civitas akademika dalam mendoakan masa depan kampus.
“Acara ini kami selenggarakan sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar UINSA memiliki tata kelola yang semakin baik. Kami juga mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang telah menunjuk Plt Rektor baru sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kampus,” kata Suhermanto, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, berbagai masukan mengenai tata kelola kampus telah disampaikan sebagian civitas akademika dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, pergantian Plt Rektor diharapkan menjadi awal terciptanya suasana akademik yang lebih kondusif serta mendorong percepatan penetapan rektor definitif.
Acara diawali sambutan dari Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UINSA, Ahmad Bajuri. Ia menegaskan kehadiran alumni merupakan bentuk kepedulian terhadap almamater, bukan untuk berpolemik dengan pihak tertentu.
“UINSA bukan milik satu orang atau satu kelompok. Kampus ini adalah rumah bersama seluruh civitas akademika. Ketika ada warga kampus yang berharap adanya perbaikan tata kelola, alumni merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memberikan dukungan dan pemikiran demi kemajuan almamater,” kata Bajuri.
Perwakilan dosen, Dr. Drs. H. Cholil, M.Pd.I., berharap momentum transisi kepemimpinan menjadi kesempatan memperkuat tata kelola universitas agar semakin terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik.
“Momentum transisi ini menjadi kesempatan untuk memperkuat tata kelola universitas agar semakin baik dan mampu membawa UINSA berkembang lebih maju,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UINSA, Ale Fadlurrahman, berharap proses penetapan rektor definitif dapat segera diselesaikan agar seluruh pelayanan akademik berjalan optimal.
“Mahasiswa menginginkan kepastian kepemimpinan agar seluruh pelayanan akademik, termasuk administrasi kelulusan dan kegiatan kampus lainnya, dapat berlangsung dengan baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dosen senior purnatugas Moh. Syarifudin, M.H., juga mengingatkan pentingnya menjaga sejarah serta jati diri UIN Sunan Ampel sebagai perguruan tinggi yang memiliki akar kuat dalam tradisi pesantren dan wakaf masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi dari berbagai unsur civitas akademika dan doa bersama yang dipimpin dosen senior, Wak Kaji Sodiq.
Sebagai penutup, peserta menikmati makan bersama dengan 15 tumpeng yang berasal dari sumbangan para donatur. Tumpeng tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar UIN Sunan Ampel Surabaya memasuki babak baru kepemimpinan yang lebih profesional, inklusif, dan berorientasi pada penguatan mutu akademik.
Forum Penyelamat UINSA berharap Kementerian Agama segera menyelesaikan proses penetapan rektor definitif sesuai ketentuan yang berlaku sehingga kepastian tata kelola dan pelayanan akademik di UIN Sunan Ampel Surabaya dapat terus terjaga. (ZL)






