Sumenep, Relasijatim.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan daerah di Pulau Madura.
Menurutnya, peningkatan konektivitas menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.
Apresiasi itu disampaikan menyusul peresmian pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Sampang, Selasa (23/6/2026).
Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menilai Kabupaten Sampang memiliki posisi strategis karena berada di jalur nasional Bangkalan–Sampang–Pamekasan–Sumenep yang menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi, pendidikan, pelabuhan, hingga distribusi barang di Pulau Madura.
“Pengembangan jalan daerah ini sangat strategis, terutama bagi Madura. Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ning Lia, Jumat (26/06/2026).
Keponakan Gubernur Jawa Timur itu mengatakan, pembangunan jalan daerah sejalan dengan kebutuhan masyarakat Madura yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan usaha mikro. Konektivitas yang semakin baik akan mempercepat arus barang dan jasa sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, Madura bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Ini momentum penting yang harus dimanfaatkan,” katanya.
Putri almarhum KH Maskur Hasyim itu juga berharap pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada tahap peresmian, melainkan terus berlanjut hingga menjangkau desa-desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting adalah keberlanjutan. Infrastruktur harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat paling bawah,” tuturnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jalan daerah merupakan salah satu penopang utama perekonomian rakyat karena berperan menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi hasil produksi dari desa menuju pasar.
“Biaya angkut akan menjadi lebih murah jika jalan-jalan memadai dan ada konektivitas antara pusat produksi dan pasar,” katq Presiden.
Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antardaerah melalui peningkatan akses infrastruktur.
“Kami bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus menurunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat,” tegasnya.
Di sisi lain, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
Ia menyebut seluruh proyek telah rampung 100 persen dengan pengawasan mutu yang ketat sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok nasional melalui konektivitas yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Presiden juga mengingatkan pemerintah daerah agar menjaga infrastruktur yang telah dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kualitasnya sudah baik, ini harus dijaga. Semua penggunaan anggaran rakyat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.(Z
L)







