Sumenep, Relasijatim.com – Antrian panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) beberapa pekan terakhir ini di Kabupaten Sumenep membuat Pemerintah Daerah angkat bicara.
Pemkab beralibi, antrian tersebut bukan karena ada pengurangan kuota BBM bersubsidi, melainkan banyaknya konsumen yang beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi dan beberapa faktor lainnya.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengatakan alokasi BBM subsidi maupun nonsubsidi untuk Kabupaten Sumenep hingga kini masih sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan tidak mengalami pengurangan.
“Tidak ada pengurangan kuota, baik BBM subsidi maupun nonsubsidi, jumlahnya tetap,” kata Dadang, Jumat (26/06/2026).
Menurutnya, antrean panjang yang terjadi dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya perbedaan distribusi BBM antara Mei dan Juni 2026. Pada Mei lalu, kebutuhan BBM meningkat karena bertepatan dengan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), sehingga alokasi distribusi ke daerah lebih besar dibandingkan Juni.
“Pada bulan Mei memang ada tambahan kebutuhan karena momentum hari besar keagamaan sehingga kuotanya lebih besar dibanding Juni,” jelasnya.
Selain itu, meningkatnya mobilitas masyarakat, termasuk setelah kepulangan jemaah haji, turut mendorong kenaikan konsumsi bahan bakar di wilayah Sumenep.
“Faktor yang paling berpengaruh terhadap cepat habisnya stok BBM subsidi di SPBU adalah peralihan pengguna dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi,” terangnya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga BBM nonsubsidi dengan selisih sekitar Rp3.000 per liter membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite maupun Biosolar.
“Akibat perubahan pola konsumsi tersebut, permintaan terhadap BBM subsidi meningkat signifikan meskipun volume penyaluran yang diterima Kabupaten Sumenep tetap sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah pusat,” tegasnya
Pemkab Sumenep mengimbau kepada masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik agar tetap menggunakan BBM nonsubsidi sehingga subsidi energi dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
“Kami berharap masyarakat yang mampu menggunakan BBM nonsubsidi secara bijak. Dengan begitu, BBM subsidi bisa tepat sasaran dan dinikmati masyarakat yang memang membutuhkan,” tukasnya. (SL)









