SUMENEP, Relasijatim.com – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur memanfaatkan gelaran Madura Culture Festival 4 sebagai ruang untuk memperkenalkan berbagai hasil riset dan inovasi daerah kepada masyarakat.
Kepala BRIDA Kabupaten Sumenep, Siswahyudi Bintoro, S.Sos., M.Si., mengatakan, kehadiran BRIDA dalam kegiatan MCF tersebut tidak hanya untuk memamerkan hasil penelitian dan produk unggulan daerah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.
“BRIDA ingin menunjukkan, riset, inovasi dan kolaborasi dapat memberikan solusi nyata serta mendukung kemajuan ekonomi daerah,” kata Siswahyudi Bintoro, Selasa (01/09/2026).
Menurutnya, berbagai hasil riset dan inovasi daerah ditampilkan di stan BRIDA. Selain produk-produk unggulan daerah, masyarakat juga dapat melihat hasil penelitian yang telah dipublikasikan melalui Jurnal KARATON (Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep). Pameran tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa hasil riset yang dilakukan di Sumenep tidak berhenti sebagai dokumen penelitian. Sebaliknya, hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat serta mendukung pengembangan potensi daerah.
“Harapannya, masyarakat dapat melihat bahwa riset dan inovasi yang dihasilkan di Sumenep tidak hanya menjadi dokumen, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan mendukung pengembangan potensi daerah,” ujarnya.
Siswahyudi menegaskan, BRIDA juga memiliki peran sebagai penghubung antara dunia riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas produk, kemasan, pemanfaatan teknologi, strategi pemasaran, hingga nilai tambah dengan memanfaatkan hasil riset dan inovasi,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, digitalisasi produk UMKM juga dinilai penting untuk memperluas akses pasar. Pemanfaatan teknologi digital dapat dilakukan melalui promosi, pemasaran, maupun pengembangan strategi usaha berbasis digital. Dengan penguatan tersebut, produk UMKM Sumenep diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya mengandalkan pasar lokal.
“Ke depan BRIDA mendorong terciptanya inovasi yang tidak hanya berhenti pada tataran penelitian, tetapi juga memberikan dampak yang nyata bagi peningkatan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai membangun budaya riset dan inovasi dari lingkungan sekitar. Inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat berangkat dari persoalan sederhana yang membutuhkan solusi.
“Jangan takut mencoba, jangan takut gagal, dan terus mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada di sekitar kita,” pesannya.
Bintoro menambahkan, budaya riset dan inovasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan inovasi yang berdampak.
“Melalui partisipasi di Madura Culture Festival 4, kami berharap semakin banyak masyarakat mengenal hasil riset dan inovasi daerah sekaligus terlibat dalam menciptakan berbagai terobosan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Sumenep,” tukasnya. (ZL)







