Sumenep, Relasijatim.com – Momentum Hari Santri Nasional 2026 dimanfaatkan Yayasan Nurul Huda untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Yayasan Nurul Huda meluncurkan Koperasi Keluarga Nurul Huda (GARUDA). Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk mengembangkan kegiatan ekonomi sekaligus mendekatkan akses masyarakat terhadap berbagai produk yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Yayasan Nurul Huda, Dr. Ach. Syaiful A’la, meluncurkan gerakan ekonomi berbasis semangat Nahdlatut Tujjar, salah satu pilar historis kebangkitan Nahdlatul Ulama (NU). Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen yayasan agar kebangkitan pesantren tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
“Kita ke depan tidak hanya bangkit dalam pendidikan, tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar. Kita gerakkan kebangkitan ekonomi ini dengan mengambil semangat Hari Santri dan salah satu pilar berdirinya NU, yakni Nahdlatut Tujjar,” kata Dr. Ach. Syaiful A’la, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, penguatan ekonomi masyarakat perlu menjadi perhatian bersama agar keberadaan lembaga pendidikan dan yayasan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Pesantren dan yayasan tidak hanya menjadi pusat pendidikan serta pembentukan karakter, tetapi juga diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kita launching Koperasi Keluarga Nurul Huda atau GARUDA, dengan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Kehadiran Koperasi GARUDA di Bicabbi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep ini diharapkan menjadi awal pengembangan aktivitas ekonomi yang lebih terorganisasi, dengan orientasi pada kebutuhan masyarakat sekitar. Melalui koperasi tersebut, semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi diharapkan dapat tumbuh serta membuka peluang pemberdayaan bagi masyarakat pinggiran.
“Peluncuran ini sekaligus menjadi upaya menerjemahkan semangat Hari Santri ke dalam aksi nyata. Jika selama ini pesantren dikenal sebagai pusat pendidikan keagamaan dan pencetak generasi berakhlak, penguatan ekonomi menjadi salah satu langkah untuk memperluas kontribusinya dalam kehidupan sosial,” ucapnya.
Semangat Nahdlatut Tujjar sendiri mengingatkan pentingnya membangun kekuatan ekonomi umat melalui perdagangan, kewirausahaan, dan kemandirian. Nilai tersebut menjadi relevan dalam mendorong masyarakat agar memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara ekonomi.
“Dengan peluncuran GARUDA, Yayasan Nurul Huda berharap gerakan kebangkitan ekonomi dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan yayasan, tetapi juga masyarakat luas,” harapnya.
Momentum Hari Santri Nasional pun diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, melainkan menjadi penggerak lahirnya berbagai inisiatif nyata untuk memperkuat pendidikan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat. (QIN)







